Minggu, 05 November 2017

Ejaan

- Pengertian ejaan

Ejaan adalah sebuah peraturan yang dimana bunyi bunyi tersebut bisa menggambarkan  dalam bentuk lambang bunyi (penggabungan dan pemisahan dalam suatu bahasa).lebih jelas nya lagi ejaan itu adalah peraturan tentang cara penulisan ,pemakaian huruf,kata,tanda baca dan unsur serapan.

 Ada 3 aspek didalam ejaan yaitu :
1. Aspek morfologis adalah aspek yang berhubungan dengan penggambaran satuan-satuan morfemis.
2. Aspek sintaksis adalah aspek yang berhubungan dengan penanda ujaran berupa tanda baca.
3. Aspek fonologis adalah aspek yang menyangkut penggambaran fenom dengan huruf dan susunan abjad.

- Sejarah ejaan bahasa Indonesia

Pada abad ke-7 ejaan bahasa Indonesia sudah sering dipakai pada massa kerajaan sriwijaya.  Peninggalannya pun masih ada yaitu prasasti yang bertuliskan bahasa melayu kuno yang menggunakan huruf pallawa dan bahasa sanskerta.
Bahasa melayu pun mengalami perubahan dengan adanya pedagang yang dari luar membawa budaya asing, bahasa melayu kemudian ditulis dengan mengunakan bahasa arab lalu munculah huruf arab-melayu.kemudian banyak karya sastra berhurf arab-melayu yang secara resmi digunaka untuk panduan ejaan dan penulisan sebelum digunakannya huruf latin.
Seiring waktunya berjalan tokoh dari belanda yaitu pigafetta de houtman,sebastianus dancaert,casper wiltens,dan joannes roman menulis dan mengeja bahasa melayu dengan menggunakan huruf  latin.

Ejaan ophuijsen

 Ejaan ini digunakan untuk menuliskan ka-kata melayu menurut model yang dimengerti oleh orang belanda dan menggunakan huruf latin. Pada tahun 1901 adanya pembakuan dalam ejaan bahasa Indonesia  yang pertama kali oleh Prof.charles van ophuijsen dan dibantu oleh moh.taib sultan Ibrahim.kemudiaan dinamakan ejaan van ophuijsen sesuai dengan bukunya yang berjudul kitab logat melayu.
Adapun Ciri-ciri ejaan van ophuijsen yaitu :
1. Huruf latin
2. Bunyi huruf dan cara berbicaranya hampir mirip dengan orang belanda.
3. Huruf y berubah menjadi j contoh : saying >sajang.
4. Huruf C menjadi tj contoh : Kue cucur > kue tjutjur.
5. Huruf J menjadi dj contoh : Jakarta > Djakarta.
6. Huruf u menjadi oe contoh : sukarno>soekarno.
7. Huruk k menjadi ‘ contoh :makmur>ma’moer.

Ejaan soewandi

Pada tahun 1938 masehi,diadakanlah kongres bahasa indonesui di solo membahas tentang rencan penyempurnaan ejaan van ophuijsen. Dan resmikan  pada 15 april 1947 ,ejaan tersebut diresmikan berdasarkan keputusan menteri pengajaran pendidikan dan kebudayaan.
Perubahan dari ejaan van ophuijsen ke ejaan soewandi yaitu :
1. Boekoe menjadi buku.
2. Tanda petik diganti dengan k
3. Diperbolehkan menulis dengan angka apabila untuk mengulang kata.

Ejaan pembaharuan

Tepatnya pada tahun 1954 kembali diadakannya kongres bahasa Indonesia  II di medan. Hasil dari kongres bahasa Indonesia yaitu :
1. Penetapan ejaan hendaknya dilakukan oleh satu badan yang kompeten
2. Ejaan itu hendaknya praktis tetapi tetap ilmiah.
3. Ejaan sedapat-dapatnya menggambarkan satu fenom dengan satu huruf.

ejaan melindo ( melayu dan Indonesia)
Pada tahun 1956 diadakan kembali kongres di singapura dikarenakan penilaian ejaan pembaharuan yang belum praktis. Lalu pada kongres disingapura diubahlah konsep ejaan tersebut menjadi ejaan bahasa Indonesia di Indonesia.

EYD (Ejaan yang disempurnakan)

Pada tahun 1972 ejaan ini sudah diresmikan , lalu digunakan sampai saat ini dan seterusnya.

- Cakupan EYD
Pemakaian huruf
1. Huruf abjad
2. Huruf vocal
3. Huruf konsonan
4. Huruf capital
5. Huruf tebal
6. Huruf diftong
7. Huruf miring
8. Gabungan huruf konsonan
Penulisan kata
1. Kata dasar
2. Kata turunan
3. Bentuk ulang
4. Partikel
5. Suku kata
6. Gabungan kata
7. Kata depan di,ke dan dari
8. Kata si dan sang
Pemakaian tanda baca
1. Tanda titik
2. Tanda koma
3. Tanda titik koma
4. Tanda hubung, DLL




referensi:
http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2017/01/pengertian-ejaan-dan-eyd.html
https://hidupsimpel.com/sejarah-ejaan-bahasa-indonesia/
http://irwanteamedia.blogspot.co.id/2015/01/ejaan-van-ophuijsen.html

DIKSI

- Pengertian Diksi

Diksi ialah  salah satu  istilah yang digunakan dalam dunia sastra.Istilah diksi kembali menuju kepada berbagai macam makna atau kata ataupun kalimat yang ada didalam karya sastra. Kegunaan diksi biasanya untuk membuat karya sastra menjadi lebih menarik, dapat dipahami dan sesuai dengan apa yang ingin digambarkan pengarang karya sastra buat.

Diksi menurut Kamus besar bahasa Indonesia  adalah  pilihan kata dan selaras(dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu.
Ada beragam kata di dalam bahasa Indonesia ,dan semua kata mempunyai makna tersendiri  contoh : aku dan saya dan lain-lain. Mungkin kata –kata tersebut memiliki makna yang sama ,Tapi kata kata tersebut mempunyai kesan yang sangat begitu berbeda.Maka dari itu pemilihan kata ini harus melihat kondisi bagaimana dia berbicara dan kepada siapa dia berbicara.

- Macam-macam diksi

Sinonim
Adalah persamaan kata  atau mempunyai tujuan yang sama tapi  mengucapkan nya berbeda  .contoh : Wafat>mati.

Antonim
Adalah perlawanan kata  contoh :jellek>cantik.

Hipernim
Adalah kata yang telah mencakup makna lain.

Homograf
Merupakan kata-kata yang memilikii tulisan yang sama akan tetapi memili arti dan bunyi yang berbeda.contoh : Sembilan per tiga sama denga tiga>per yang ada didalam kasur itu sudah berkarat.

Homonym
Kata-kata yang mempunyai ejaan yang sama akan tetapi makna dan bunyinya berbeda. Contoh panas(karna air panas) ,panas(karna matahari).

Homofon
Adalah kata-kata yang mempunyai bunyi yang sama akan tetapi makna dan ejaannya berbeda.contoh : rok(pakaian wanita) ,rock(aliran music)

Polisemi
Ialah frasa kata yang memiliki banyak makna.contoh : kata kepala yang dapat bermakna  bagian dari organ tubuh yang berada diatas leher atau dapat juga bermakna bagian yang terletak disebelah atas ataupun depan.
Hiponim
Adalah kata yang maknanya telah tercakup di dalam kata lainnya.contoh: Ayam mencakup dengan hewan.

- Fungsi diksi

1. Komunikasi menjadi lebih mudah dan efektif.
2. Supaya orang yang membaca dan mendengar karya sastra yang disampaikan oleh pengarang itu lebih mudah dipahami.
3. Menggambarkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal.

Hal yang harus kita perhatikan untuk memilih diksi dengan mempertimbangkan kesusaian dan ketetapan kata ialah :
1. Menggunakan kata ilmiah dalam kondisi tertentu dan selebihnya menggunakan kata popular.
2. Hindari jargon yang dapat dibaca oleh public.
3. Hindari penggunaan bahasa substandard dalam situasi formal.
4. Hindari penggunaan kata – kata atau kalimat percakapan dalam penulisan.  Hal ini karena kata- kata dalam percakapan merupakan kata nonformal, sehingga tidak baik ketika digunakan saat menulis hal-hal yang bernuansa ilmiah.
5. Jangan menggunakan ungkapan-ungkapan yang telah using.

referensi:
http://www.kelasindonesia.com/2015/05/pengertian-diksi-dan-contohnya-lengkap.html
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-diksi-fungsi-diksi-dan-macam-macam-diksi/

Tugas Ke 7 Praktek-praktek Kode Etik Dalam Penggunaan TI

Nama                      : Mochamad Amrul Ihza NPM                       : 43117614 Kelas                       : 3DC02 Dosen           ...