Jumat, 07 Desember 2018

Membuat suatu proyek menggunakan aplikasi WBS


WBS (Work Breakdown Structure) yang digunakan untuk menentukan semua usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dengan sukses. WBS adalah daftar semua pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghasilkan produk yang diinginkan.



Dalam sebuah proyek, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Sebuah pekerjaan yang kompleks, sebaiknya dipecah lagi menjadi beberapa sub-pekerjaan. Dan beberapa pekerjaan yang terlalu kecil dan detail sebaiknya digabungkan menjadi sebuah pekerjaan. Dalam menentukan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan dalam sebuah proyek, agar tidak ada yang terlalu kompleks maupun terlalu detail, sangat tergantung dari pengalaman seseorang dan besar atau kecilnya proyek.

WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluruh dokumen proyek yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian dengan mengikuti pola struktur dan hirarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukup terperinci, yang disebut sebagai Wok Breakdown Structure.

Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan), alasan perlunya WBS adalah :
• Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.
• WBS membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan.

Manfaat Work Breakdown Structure (WBS)
1.      Mengurangi kompleksitas
2.      Fasilitas penjadwalan dan pengendalian
3.      Estimasi Biaya (Cost Estimation)
4.      Penyusunan anggaran (Cost Budgeting)
5.      Perencanaan manajemen Risiko
6.      (Risk Management Planning)

Perkiraan dan penjadwalan proyek ini fokus kepada penentuan waktu, biaya, dan sumber daya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek. Kebanyakan orang yang melakukan estimasi, biasanya mulai melakukan estimasi dengan cara menentukan seberapa besar man-hours atau man-days yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Angka ini nanti juga dibutuhkan dalam menentukan waktu dan biaya yang dibutuhkan.

Inilah contoh rancangan yang saya buat , hal yang pertama yang harus kita lakukan yaitu membuat sebuah table data yang berisi apa saja yang akan kita rancang dalam sebuah proyek . agar mudah kita untuk membuat WBS pada aplikasi.

Aktivitas
Aktivitas yang mendahului
Waktu penyelesaian aktivitas (bulan)
A.    Merancang pabrik
-
12
B.     Memilih lokasi
A
8
C.     Memilih pemasok
A
4
D.    Memilih pegawai
A
3
E.     Mempersiapkan lokasi
B
12
F.      Mempersiapkan generator
C
18
G.    Mempersiapkan petunjuk operasi
C
5
H.    Melatih operator
D,G
8
I.       Memasang generator
E,F
4
J.       Mendapatkan lisensi
I,H
6


Lalu kita buat chart nya agar lebih efisien,dengan menggunakan aplikasi WBS Schedule seperti contoh yang dibawah ini :




Sumber :
https://sitompulke17.wordpress.com/2010/11/16/pengertian-work-breakdown-structure-wbs/
http://www.sistem-informasi.xyz/2016/06/pengertian-work-breakdown-structure-wbs.html

Tugas Ke 7 Praktek-praktek Kode Etik Dalam Penggunaan TI

Nama                      : Mochamad Amrul Ihza NPM                       : 43117614 Kelas                       : 3DC02 Dosen           ...