Pengertian Konjungsi Secara Umum
Dalam pengertian
sempit, konjungsi sering didefinisikan sebagai kata hubung. Konjungsi merupakan
salah satu tipe kohesi gramatikal yang biasanya dilakukan dengan menghubungkan
suatu unsur terhadap unsur lain dalam tulisan. Pengertian Konjungsi dalam KBBI
adalah kata maupun ungkapan penghubung antar frasa, antar kata, antar kalimat,
dan antar klausa. Unsur yang dirangkai atau dihubungkan seperti satuan lingual
kata, klausa, frasa, kalimat serta unsur – unsur lainnya seperti
alinea/paragraf dengan penanda lanjutan serta topik pembicaraan dengan penanda
disjungtif.
Sebelum
mempelajari tipe-tipe konjungsi, kita harus dapat memahami perbedaan dari kata,
klausa, dan kalimat terlebih dahulu.
Kata
Kata merupakan
unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan
perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa. Kata terdiri dari
rangkaian huruf-huruf yang mengandung makna tertentu. Contoh : makan, canda,
baca,dll
Klausa
Klausa adalah
satuan gramatikal berupa kelompok kata, minimal terdiri atas satu subjek dan
satu predikat dan berpotensi menjadi kalimat. klausa lebih sederhana
dibandingkan kalimat. Contoh klausa : Paman sudah datang.
Kalimat
Kalimat adalah
kesatuan kata yg mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan, terdiri atas
klausa. Kalimat lebih komplek dibandingkan klausa. Contoh : Tadi pagi
saya membeli es krim dan kue di supermarket.
Jenis-Jenis Konjungsi
Berdasarkan
fungsinya konjungsi dikelompokan ke dalam tiga bentuk, diantaranya adalah:
1.
Konjungsi antar klausa
Konjungsi
antar klausa adalah kata hubung yang mengubungkan dua buah klausa atau lebih.
Ada tiga macam konjungsi antara klausa, yaitu, korelatif, subordinatif, dan
koordinatif.
A.
Konjungsi korelatif
konjungsi
ini menghubungkan dua buah klausa yang memiliki hubungan sintaksis setara.
Macam-macam
konjungsi korelatif:
baik
… maupun …
tidak
hanya …, tetapi ( …) juga …
bukan
hanya …, melainkan …
(se)demikian
(rupa) … sehingga…
apa(kah)
… atau …
entah
… entah …
jangankan…,…pun…
.
Contoh:
Baik
Riski maupun Nasar keduanya adalah anak yang baik.
Budi
bukan hanya pelukis yang handal, tetapi juga sebagai seniman yang cerdas.
Jangankan
uang segudang, sepeser pun aku tak punya.
Aku
tidak tahu harus berbuat apa entah pergi saja entah datang menemuinya.
Dia
menghias bunga itu sedemikian rupa sehingga terlihat sangat indah.
B.
Konjungsi subordinatif
Konjungsi
ini menghubungkan dua buah klausa yang memiliki hubungan sintaksis yang tidak
sama (bertingkat).
Macam-macam
konjungsi subordinatif:
…..sebelum…
jika….,
maka….
…agar….
Meskipun/bagaimanapun…..
, …..
dan
lain-lain.
Contoh:
Ani
telah pergi ke Jakarta sebelum Budi datang menyusulnya.
Meskipun
dia miskin, dia sangat dermawan kepada setiap orang.
Saya
giat belajar agar tidak menjadi anak yang malas.
Jika
aku memliki banyak uang, aku akan pergi ke luar negeri.
Meskipun
dia sangat nakal, bagaimanapun juga orang tuanya tetap menyayanginya.
c.
Konjungsi koordnatif
Konjungsi
ini sama seperti korelatif yaitu menghubungkan dua buah klausa yang sejajar,
tetapi konjungsi ini hanya terjadi pada klausa-klausa yang sederhana.
Macam-macam
konjungsi koordinatif
….
dan …
…
tetapi …
…
atau …
Contoh:
Andi
membeli buku dan baju di toko itu.
Aku
ingin pergi tetapi tidak diijinkan oleh ayahku.
Kau
boleh datang bersamaku tau bersama Indri.
2.
Konjungsi antar kalimat
Konjungsi
antar kalimat adalah kata hubung yang menghubungkan antara satu kalimat dengan
kalimat yang lain sehingga kalimat menjadi logis.
Macam-macam
konjungsi antar kalimat:
Menyatakan
konsekuensi/akibat:
Dengan
demikian, akibatnya, konsekuensinya.
Menyatakan
kesediaan untuk melakukan sesuatu:
Biarpun
demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, Meskipun demikian/begitu
Menyatakan
suatu kebalikan dari pernyataan sebelumnya:
Sebaliknya,
berbeda dengan
Menyatakan
peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya:
Kemudian,
sesudah/setelah itu, selanjutnya
Menyatakan
keadaan yang sebenarnya terjadi:
Bahwasanya,
sebenarnya , sesungguhnya
Menguatkan
keadaan yang dinyatakan sebelumnya:
Bahkan,
Tak hanya itu, malahan
Mempertentangkan
keadaan sebelumnya:
Sayangnya,
Akan tetapi, namun, kecuali
Oleh
karena konjungsi ini merupakan penghubung antar kalimat, maka
konjungsi-konjungsi tersebut diawali dengan huruf kapital.
Contoh:
Andi
suka sekali menolong orang banyak. Akibatnya dia menjadi popular di kalangan
wanita.
Pertama-tama
kita harus membuat kerangka. Setelah itu kita mulai mendesignnya.
Dewi
alergi terhadap buah durian. Bahkan dia akan muntah jika mencium baunya.
Shinta
adalah gadis yang sangat cantik. Sayangnya sikapnya tidak seperti rupa
wajahnya.
Dia
hidup dengan sangat sederhana. Sebenarnya dia adalah anak orang kaya.
Kakak
Budi orang yang sangat pintar. Sebaliknya Budi adalah anak yang bodoh.
3.
Konjungsi antar paragraf
Konjungsi
antar paragraf adalah kata-kata penghubung yang menghubungkan antar paragraf.
Konjungsi ini berguna untuk menjadikan suatu paragrag unity, coherent, dan
sistematis.
Macam-macam
konjungsi antar paragraf:
Terlebih
lagi
Disamping…..
Tak
hanya sebagai …
Oleh
karena itu…
Berdasarkan
…
Contoh:
Burung
adalah hewan yang sangat banyak ditemui. Hampir di semua tempat di dunia ini
bisa kita jumpai berbagai macam burung seperti di dalam hutan, perkotaan.
Bahkan ada juga di padang pasir. Hal ini karena daya adaptasi burung yang
sangat bagus terhadap lingkungannya.
Selain
itu, burung juga memiliki tingkat reproduksi yang baik. Pada umumnya setiap
induk burung mampu menghasilkan 4 atau lebih telur dalam sekali bereproduksi.
Terlebih
lagi, burung juga sangat berguna bagi manusia seperti menjadi hewan peliharaan,
bahan makanan, dan lain-lain. tak heran burung sering dikembangbiakan oleh
manusia.
Oleh
karena itu, populasi burung di dunia ini tetap terjaga dan sulit untuk punah.
Hal tersebut mungkin terjadi karena daya adapatasinya yang tinggi,
reproduksinya yang cepat, dan juga dikembangbakan oleh manusia.
http://www.kelasindonesia.com/2015/04/pengertian-dan-macam-macam-konjungsi-dalam-kalimat-bahasa-indonesia.html
https://dosenbahasa.com/konjungsi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar